December #2

Masih sama,

Hari ini pun hujan turun tak kalah lebatnya dari kemarin. Segar.

Hujan, aku selalu suka dengan satu ciptaan Tuhan ini. Yaa, ada orang yang hanya akan basah dibawah hujan, tapi ada pula orang yang mampu menari menikmati setiap tetes air yang turun dari langit itu. Seperti aku. Dibawah hujan kita bisa mengetes mascara kita waterproof atau tidak. Hahaha, konyol mungkin ya. Dibawah hujan, tak akan ada orang yang tahu air yang mengalir dari mata kitaa. Tersamarkan hujan. Dibawah hujan, kita akan mengerti betapa hangatnya memiliki sebuah rumah. Yaa, memiliki sebuah rumah..

Advertisements

December #1

Senja,

hari pertama bulan Desember 2015..

Yaa,

Selalu sama, rintik hujan dan bau tanah basah khas bulan Desember tercium sangat semerbak di hidungku. Setiap air yang jatuh seolah-olah membawa berjuta kenangan, dari yang indah hingga yang terburuk sekalipun.

REMEMBER DECEMBER

Aku sempat sangat membenci bulan Desember. Berturut-turut aku jatuh di bulan yang sama. Yaa, Desember. Buruk? Tentu, sangat.

Desember 2013

Pagi yang sangat cerah. Ah, mungkin juga karena semalam aku puas bercerita panjang lebar denganmu Bang. Yaa, seorang pria hebat yang tak pernah lelah, tak pernah protes mendengarkan semua keluh kesah dan ceritaku yang selalu aku sebut Abang. Kamu selalu punya cara untuk membangkitkan moodku yang sering ambyar, kamu tau caranya melukis seulas senyum di bibirku bahkan dikala aku berbicara saja malas. Kamu, adalah satu-satunya pria di dunia ini yang SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENYAKITI HATIKU SEUMUR HIDUPMU. Yaa, sama sekali tidak pernah.

Siang nanti kita berjanji untuk bertemu kan Bang. Yaa, kamu janji. Dan hari itu, untuk pertama kalinya kamu membuat air mataku jatuh. Membuatku hampir gila. Sesak. Kamu tak datang. Kamu tak menepati janjimu. Kamu meninggalkanku begitu saja. Tanpa kata, tanpa pesan perpisahan.

Hari itu, rasanya hancur sekali. Aku hanya bisa melihat tubuhmu yang terbujur kaku tanpa udara yang keluar masuk dari hidungmu. Aku lunglai membayangkan tak dapat lagi mendengar suaramu. Aku gila menyadari tak akan ada lagi kamu menemani hari-hariku. Dan yang lebih membuatku gila, saat kusadari kau harus diterbangkan pulang ke tanah kelahiranmu untuk beristirahat dengan kekal disana. Tanpa aku bisa mengantarkanmu. Tanpa aku hingga saat ini tau dimana kau terlelap tidur dalam kedamaian. Aku hanya selalu bisa mendoakanmu dari sini.

My dear guardian angel, maafkan aku yang tak sempat mengungkap semua rasa yang ada di hati. Yang tak sempat mengucapkan secara langsung “Aku sayang kamu”..

Lelaki yang tak pernah menyakitiku sama sekali..

See you in heaven Bang.. Bahagia disana yaa :)))

In memoriam the name that I will always save in my heart, January 1st 1985 – December 18th 2013